Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menemukan ada seorang pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta yang diduga tidak netral. PNS tersebut menjelekan Pemprov DKI Jakarta dan memuji salah satu pasangan cagub dan cawagub DKI melalui akunnya di Instagram.
“Saya ingin berhentikan satu orang. Itu status di Instagram-nya selalu menyudutkan pemerintah dan mendukung calon tertentu, menyudutkan pimpinannya. Ini berarti dia sudah tidak netral,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/3/2017).
Baca:
- Keren! kata Sumarsono 206 Spanduk Tolak Jenazah Sudah Diturunkan dan Disita
- Terungkap Sumber Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Ahok dari Tim Anies Sandi
- Plt Gubernur DKI: Ada yang Menggerakkan Spanduk Tolak Shalatkan Jenazah. Tangkap Pak!
Sumarsono menyampaikan hal tersebut saat melantik 660 orang CPNS (calon pengawai negeri sipil) menjadi PNS DKI. Sumarsono mengatakan, PNS tersebut harus diberikan sanksi tegas.
“Bukti sudah ada semua, nanti akan di-BAP terlebih dahulu,” ujar Sumarsono.
Sumarsono mengatakan PNS DKI harus tetap netral. Meski demikian, PNS DKI tetap harus berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya.
“Netral itu bukan berarti tidak mencoblos,” kata Sumarsono.
(kompascom/gerpol)